Gejala-gejala Pnuemonia bersifat tidak kentara, sulit untuk mengenalinya jika seorang anak telah terjangkit penyakit ini. Untungnya ada beberapa tanda-tanda yang perlu menjadi perhatian para orang tua jika anaknya mulai menunjukkan gejala-gejalanya.

Pneumonia sangat mengejutkan sekali karena ternyata sudah sering menimpa anak-anak. Sekitar 156 juta kasus pneumonia didokumentasikan pada anak-anak balita di seluruh dunia setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Tidak seperti hidung mampet sederhana yang disebabkan oleh pilek atau flu biasa, pneumonia adalah radang paru-paru secara langsung. Ini terjadi ketika nanah atau cairan lendir mengisi paru-paru. Dan paru-paru yang berisi cairan dapat mengancam jiwa, walaupun obat modern telah banyak mengurangi risiko itu. Tetapi agar risiko bisa dikurangi, gejala radang paru yang halus perlu dikenali, karena jika tidak dirawat, penyakitnya bisa sangat berbahaya.

“Di negara-negara maju, ada 33 kasus pneumonia untuk setiap 10.000 anak di bawah usia lima tahun,” kata Katie Mysen, DNP, perawat keluarga di MobiCare, LLC, dan instruktur di Oakland University. “Pneumonia dapat terjadi setiap saat sepanjang tahun, tetapi lebih umum pada bulan-bulan yang lebih dingin karena anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di ruang tertutup bersama orang lain.”

“Gejala pneumonia pada bayi dan anak kecil tanda-tandanya cukup halus dan bisa berupa kombinasi demam dan batuk. Sebelum batuk, anak-anak mungkin bernafas lebih cepat atau kesulitan bernafas, ”jelas Mysen. “Semakin lama masalah batuk, demam, dan pernapasan muncul, semakin besar kemungkinan anak itu mengalami pneumonia. Bayi dapat mengalami kesulitan makan, kerewelan atau kegelisahan dibanding menunjukkan gejala batuk.”

Masalah pernapasan biasanya ditunjukkan dengan dengkuran dan berbunyi, bernapas dengan tegang diikuti banyaknya gerakan dibagian perut dan dada, lubang hidung terasa panas atau dengan bernapas dengan cepat. Pernapasan yang bermasalah juga dapat terjadi pada sejumlah penyakit berat yang memerlukan pertolongan dokter, jadi orang tua harus belajar untuk mengenalinya.

Kenali Gejala Pneumonia Pada Bayi Sedini Mungkin
Kenali Gejala Pneumonia Pada Bayi Sedini Mungkin

Pada bayi, kesulitan bernapas paling jelas terlihat saat menyusui. Terbatasnya jalan napas jelas membuat bayi sulit untuk bernapas. Jadi ketika minum susu atau formula terganggu oleh pernapasan yang kurang lancar. Jadi bayi yang mengalami kesulitan bernapas mungkin makan lebih sedikit, rewel atau menunjukkan ketidaknyamanan. Tetapi bayi bukanlah satu-satunya anak yang rentan terhadap pneumonia.

“Anak-anak dengan penyakit jantung atau pernapasan, lebih rentan terhadap pneumonia,” kata Mysen. “Kondisi ini termasuk hal-hal seperti penyakit jantung bawaan, asma, cystic fibrosis, penyakit sel sabit dan gangguan imunodefisiensi. Paparan terhadap rokok juga meningkatkan risiko anak terkena pneumonia.”

Hal ini dapat memengaruhi anak-anak, bayi prematur yang meningkat jumlahnya sering dihinggapi masalah paru-paru, dan lebih dari 6 juta anak di AS menderita asma. Untungnya, orang tua dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan dasar di rumah dan mengurangi kebiasaan buruk untuk membantu anak-anak mereka terhindar dari infeksi. langkah-langkah ini termasuk tindakan dasar seperti vaksinasi flu, mencuci tangan, dan menutupi batuk dan bersin. Yang terpenting, anak-anak juga perlu melakukan tindakan pencegahan yang sama seperti dilakukan orang tua mereka.

Jika orang tua khawatir soal masalah cara anak mereka bernapas, mereka harus menemui dokter. Jika bayi mereka tidak responsif atau lesu, mereka harus menemui dokter. Jika anak sakit dan tampaknya tidak membaik, mereka harus menemui dokter. Ini bukan situasi hanya untuk menunggu dan melihat saja.

Gejala Pneumonia Pada Anak Bisa Dicegah Dengan Kebiasaan Sehat
Gejala Pneumonia Pada Anak Bisa Dicegah Dengan Kebiasaan Sehat

“Setiap anak dengan demam dan batuk harus dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan,” saran Mysen. “Sekitar setengah dari anak-anak yang didiagnosis mengidap pneumonia membutuhkan rawat inap. Beberapa kasus pneumonia adalah virus dan mungkin tidak memerlukan antibiotik, tetapi penting bahwa pernapasan anak dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan untuk memastikan bahwa anak dapat dirawat dengan aman di rumah. ”

Redaksional.com pernah membahas kebiasaan mengupil yang biasa dilakukan anak-anak dapat meningkatkan resiko terjangkitnya penyakit pneumonia pada anak-anak. Pneumonia karena mengupil pada anak memang merupakan kegiatan yang sangat potensial menyebarkan penyakit ini, karena anak-anak tidak memperhatikan kebersihan tangan mereka. Jagalah anak-anak di sekitar kita dari bahaya penyakit ini dengan memperhatikan kebersihan dan higienitas tangan dan lingkungan anak-anak kita.

 

hosting murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here